Pada saat kami mengikuti company visit di pabrik perakitan Motorola di Pulau Penang Malaysia beberapa waktu lalu, ada hal yang menarik untuk menjadi inspirasi dalam hal membangkitkan semangat kebanggaan terhadap perusahaan. Dimulai dari lima manager yang menerima kami pada saat presentasi bisnis proses yang ada pada pabrik tersebut, masing-masing memperkenalkan diri. Seperti biasa, pada saat kita memperkenalkan diri biasanya dimulai dengan menyebut nama, jabatan dan job. Namun, masing-masing manager Motorola tadi menambahkan berapa lama dia sudah bergabung pada perusahaan tersebut. Mungkin ini yang jarang kita lakukan pada saat memperkenalkan diri pada forum-forum resmi maupun non-formal.
Pas acara istirahat, saya iseng bertanya apakah cara tadi adalah standar pada perusahaan tersebut? Ternyata ada semacam aturan tidak tertulis untuk menyampaikan usia kerja sebagai tanda kebanggaan pada perusahaan mereka. Kamipun sebagai tamu ikut-ikutan menyebut usia kerja yang ternyata jauh lebih lama dari mereka, mulai dari lima belas hingga dua puluh lima tahun. Usai presentasi, kami diajak keliling pabrik melihat secara langsung bagian perakitan. Mereka mencoba menjelaskan bagaimana sebuah performansi kinerja diukur berdasarkan waktu, kualitas dan kuantitas produksi. Karena saya kurang tertarik dalam hal produksi, saya mencoba melihat-lihat gambar dan poster yang tertempel di dinding. Nampak beberapa poster yang bergambarkan wajah-wajah manager. Misalnya, seorang poster dengan foto manager teknik bertuliskan nama, kewenangan dan tanggung jawab dan ditutup dengan I’M MOTO sebagai kalimat penutup. Semua poster tersebut memiliki ciri khas yang sama dengan kalimat penutup I’M MOTO. Sekilas, saya menangkap kesan bahwa perusahaan ini melakukan internal marketing dengan dimulai dari membangun semangat kebanggaan terhadap tugas. Karyawan sangat bangga bekerja dan mengabdikan diri karena saya adalah MOTO (sebutan singkat Motorola) atau bagian dari perusahaan ini. Poster-poster seperti ini terpampang di beberapa dinding dan ruang-ruang tangga. Di TELKOM, rasanya belum pernah saya melihat metode Internal Marketing seperti ini kecuali di balik kartu pegawai. Bagi karyawan ex Divre-VII terdapat tulisan “I am the best person for the job that I do because I am TELKOM employee”. Atau mungkin sudah ada namun dalam bentuk yang berbeda. Berdasarkan inspirasi tersebut diatas, tidak ada salahnya jika kita memulai dari yang model sederhana. Buat poster ukuran A3, pasang foto Anda yang sedang tersenyum untuk menggambarkan semangat, lalu tambahkan tulisan ; Saya SABRI, saya bertanggung jawab pada sales fixed phone Makassar area, saya sangat bangga dan ihlas mengerjakan karena saya adalah TELKOM. Poster tersebut tentu saja tidak harus foto manager, petugas jaringan-pun bisa dibuatkan untuk menumbuhkan semangat tim. Yang pasti, internal marketing juga harus diperhatikan sebelum Anda melakukan external marketing. Selamat mencoba!
Tolong pak sabri artikelnya yang banyak mengenai marketing bisnis kalo bisa yang management marketingnya juga…
thanks before…
By: amir on June 24, 2007
at 12:37 am
kolom warna warni di fajar kalo bisa setiap hari…
By: amir on June 24, 2007
at 12:39 am